1. Gelembung Sabun.

terbentuknya gelembung sabun merupakan karena tegangan permukaan. Tegangan permukaan ini merupakan gaya tarik menarik dimana gaya tarik ini akan menarik molekul-molekul air pembentuk sabun sekuat tenaga sehingga membentuk sebuah bangun yang luasnya sangat kecil. Secara matematis, bisa semua luas permukaan bangun yang memungkinkan di bentuk oleh alam, luas bola lah yang paling kecil dari bangun lainnya, karena gaya tarik yang begitu hebat yang menarik molekul air untuk membuat luas permukaan yang sangat kecil itu lah yang memebuatnya berbentuk bulat.Gelembung bulat karena tegangan permukaan menyebabkan lapisan cairan menarik diri ke bentuk yang mungkin paling kompak (stabil). Bentuk kompak di alam adalah bola. Jadi udara di dalam ditahan oleh gaya yang sama di sekeliling gelembung (sampai gelembung tidak pecah).
2. Terjadinya Hujan
Meskipun hujan banyak dipelajari di bidang Biologi. Ternyata awal dari sumbernya adalah bidang fisika.

Proses terbentuknya hujan : berawal dari penguapan air atau evaporasi yang terjadi di bumi akibat adanya bantuan panas matahari. adanya perpindahan fluida karena penguapan merupakan pengaruh peristiwa konveksi. Konveksi adalah proses pemindahan panas oleh gerak massa suatu fluida dari suatu daerah ke daerah lainnya. kemudian, uap air mengumpul diudara. lalu uap-uap itu mengalami pemadatan (kondensasi). Hasil kondensasi ini yang di sebut awan, dan awan ini bergerak akibat hembusan angin dan membuat awan saling bertindih (membesar saat bertemu).
kemudian terus keatas hingga mencapai atmosfir yang suhunya lebih rendah atau dingin, sehingga membentuk butiran-butiran air/es yang semakin berat dan pada akhirnya mengalami presipitasi yang disebut jatuhnya air ke bumi dan terjadi hujan.
3. Pelangi
Siapa manusia di bumi yang tidak kenal pelangi. Pastinya semuanya tahu pola setengah lingkaran bewarna-warni di langit ini ketika sehabis hujan. Pelangi terjadi ketika ada pembiasan cahaya.

Ketika dibiaskan, cahaya akan berubah arah. Biasanya pembelokan ini terjadi ketika cahaya pindah dari medium satu ke yang lain. Hal ini terjadi karena cahaya bergerak dengan kecepatan berbeda dalam medium berlainan. Ketika memasuki prisma kaca, cahaya akan dibelokkan. Begitu pula jika keluar dari prisma.Selain membiaskan cahaya, prisma memisahkan cahaya putih menjadi komponen warnanya. Warna cahaya yang berlainan ini berbeda frekuensinya, sehingga memiliki kecepatan tempuh berbeda ketika memasuki suatu zat.
Cahaya yang kecepatannya rendah di dalam kaca akan dibelokkan lebih tajam ketika pindah dari udara ke kaca, karena perbedaan kecepatannya berlainan. Tak mengherankan jika komponen yang membentuk cahaya putih dipisahkan berdasarkan frekuensinya ketika melewati kaca. Pada prisma, cahaya akan dibelokkan dua kali, ketika masuk dan keluar, sehingga penyebaran cahaya terjadi.
Tetesan air hujan dapat membiaskan dan menyebarkan cahaya mirip sebuah prisma. Dalam kondisi yang tepat, pembiasan cahaya ini membentuk pelangi. Pelangi terjadi pada pagi atau sore hari, tidak pernah tengah hari, apalagi malam hari. Jika matahari berada di sebelah barat maka pelangi terjadi di sebelah timur, begitu sebaliknya. Pelangi terjadi saat hujan dan tidak pernah terjadi pada saat cuaca cerah. Pelangi itu merupakan proses penguraian bintik air oleh cahaya matahari.

4. Bunyi

Bunyi beragam sekali. Gelombang dan frekuensi yang dihasilkannya dapat membuat kita mendengar beragam nada. baik yang indah maupun sumbang. Contohnya saat kita berteriak, menyanyi, berbicara, bermain musik, dan yang lainnya.
Gelombang bunyi timbul akibat bergetarnya suatu benda, yang kemudian getarannya merambat dalam medium dari suatu lokasi menuju lokasi lainnya. Medium atau zat perantara ini dapat berupa zat cair, padat, gas. Jadi, gelombang bunyi dapat dapat merambat melalui medium, misalnya di dalam air, batu bara, atau udara. Medium tempat bunyi merambat akan memindahkan energi getar dengan arah sejajar atau paralel dengan arah rambat gelombang.
5. Kabut
Kabut adalah uap air yang berada dekat permukaan tanah berkondensasi dan menjadi mirip awan. Hal ini biasanya terbentuk karena hawa dingin membuat uap air berkondensasi dan kadar kelembaban mendekati 100%.
.jpg)
Pada umumnya, kabut terbentuk ketika udara yang jenuh akan uap air didinginkan di bawah titik bekunya. Jika udara berada di atas daerah perindustrian, udara itu mungkin juga mengandung asap yang bercampur kabut membentuk kabut berasap, campuran yang mencekik dan pedas yang menyebabkan orang terbatuk. Di kota-kota besar, asap pembuangan mobil dan polutan lainnya mengandung hidrokarbon dan oksida-oksida nitrogen yang dirubah menjadi kabut berasap fotokimia oleh sinar matahari. Ozon dapat terbentuk di dalam kabut berasap ini menambah racun lainnya di dalam udara. Kabut berasap ini mengiritasikan mata dan merusak paru-paru. Seperti hujan asam, kabut berasap dapat dicegah dengan mengehentikan pencemaran atmosfer.
sumber :
http://kelas-fisika.com/2017/12/19/fenomena-pelangi-alangkah-indahmu/
http://physicfisika.blogspot.co.id/2012/04/ternyata-busa-sabun-adalah-sesuatu-yang.html
http://tikarestipratiwi.blogspot.co.id/2013/02/bagaimana-terjadi-hujan-fenomena-fisika.html
https://komangsuardika.blogspot.co.id/2013/01/gelombang-bunyi.html
http://imalutfiana.blogspot.co.id/2014/09/aplikasi-ilmu-fisika-dalam-kehidupan.html
https://id.wikipedia.org/wiki/Kabut
No comments:
Post a Comment